LAST AUTUMN’S DREAM - s/t (2004) — when EUROPE meets FAIR WARNING

LAST AUTUMN'S DREAMLast Autumn's Dream2004Melodic RockFrontiers Records

Line up:Mikael Erlandsson (v)Andy Malecek (g)John Leven (b)Mic Michaeli (k)Ian Haugland (d)

Reuni tiga personil EUROPE, John Leven, Mic Michaeli, dan Ian Hauglandmembuahkan ide untuk mengerjakan suatu proyek baru dengan meneruskanjalur melodic rock yang terakhir ditempuh EUROPE di tahun 1991 denganalbum "Prisoners In Paradise". Pertemuan mereka dengan gitarislegendaris, Andy Malecek yang belum lama hengkang dari FAIR WARNING,dan vokalis Swedia bertalenta, Mikael Erlandsson, melahirkansupergroup yang dinamakan LAST AUTUMN'S DREAM (LAD) di tahun 2003.

Album perdana mereka dibuka dengan track "Again And Again" yangdiawali dengan intro keyboard diikuti dengan solo Andy. Chord-chordyang dipilih terdengar muram seakan mewarnai kesedihan lirik lagu yangditulis oleh Mikael. Selang seling rhythm guitar yang solid dan jariAndy yang menari lincah mengisi fill yang variatif membuat lagu initidak terkesan cengeng. Interlude keyboard yang impresif dipertengahan lagu dan kemudian diakhiri dengan solo gitar yangmenggelegar menjadikan lagu pembuka ini sebagai salah satu laguterbaik LAD.

"Doin' Time" terlihat mengikuti jejak warna musik EUROPE era 90an yangagak poppy dengan menggabungkan sedikit unsur latin ala Santana.Progresi chord pada Verse agak mirip dengan pemilihan nada pada laguklasik "I Will Survive" yang sempat tenar dibawakan kembali oleh CAKE.Mid-tempo track yang cukup bagus dengan selipan solo-solo gitarmenarik hampir di seluruh penjuru lagu yang hanya ada di rilisan Eropaini.

"Guardian Angel", slow-tempo ballad yang dibuka dengan intro akustikgitar dan sama seperti dua lagu sebelumnya, LAD masih memilihnada-nada sedih pada Verse awal dan kemudian berkembang menjadi powerballad pada Chorus yang mengingatkan kita pada style ballad "Prisonersof Your Love"-nya Yngwie Malmsteen. Vokal Mikael terlihat sangat kuatdan konsisten pada register bawah namun masih belum terlihat kemampuandia bermain di nada atas.

Intro speedy keyboard yang dibarengi dengan solo gitar menyayatmembuka track cadas pertama di album ini, "Break The Chains". Di laguini, Mikael mampu menjelajah nada tinggi pada Verse dengan nyaman danjuga mempertahankan konsistensinya di nada rendah. Ada sedikitkemiripan dengan style "Separate Ways"-nya Journey namun dari sisikomposisi terlihat ada sedikit kelemahan pada Bridge. Untungnya LADmampu menyulap Reff menjadi bagian lagu terbaik dengan balutanharmonisasi vokal yang eksplosif. Awesome heavy track!

Harmoni acappela mengawali "Blink of The Eye" dan kemudian ditimpalidengan sound gitar tipikal AOR yang kental. Nuansa lagu ini sangatmengingatkan kita akan hits klasik EUROPE, "Superstitious". Atmosferkeceriaan yang terbalut dengan tatanan lirik yang rapi dan penuhrayuan manis seperti "You make the rain shine and the sunlight pouringall with a smile,you make the storm calm and a soft breeze blowingjust for a while" meliputi tembang berdurasi 4 menit ini. Yang jugalayak mendapat perhatian adalah kecepatan solo gitar Andy yangsesekali diselingi dengan tapping singkat tetap terdengar lembutmengisi bagian akhir lagu.

Di "Talk To Me", LAD bermain dengan chord-chord unik yang terdengartidak lazim pada verse AOR. Kombinasi nada-nada dari distorsi gitardan keyboard yang mengalir hingga ke Reff tidak terasa dipaksakan.Lagu ini pun terasa sangat berenergi dan penuh semangat.

Dentingan keyboard yang lembut dan menghanyutkan dari jemari Micmembuka "The One", tembang indah bertema cinta hasil gubahan Mikael.Struktur lagu mungkin terasa sangat familiar karena memang banyak lagudari genre pop memilih progresi chord seperti ini namun corak vokaltebal dan tinggi Mikael yang khas berhasil memberi warna tersendiri.Bisa dipastikan ballad ini mampu mendapat tempat di hati para penikmatmusik mellow, bahkan yang tidak menyukai musik rock sekalipun.

"I Never Let You Go" menunjukkan sisi yang berbeda dari LAD denganmenciptakan nuansa kontemporer layaknya musik britrock modern dariefek gitar dan keyboard. Reff agak sedikit mengingatkan pada single"Ordinary World" milik pioneer new-wave, Duran Duran, hanya saja tempolagu ini jauh lebih cepat.

LAD kembali ke jalur cadas dengan pendekatan melodic rock ala FAIRWARNING. "High Up" adalah satu-satunya kontribusi Andy dalam penulisanmusik. Sayang lagu ini terasa biasa sekali dan tidak bisa bersaingdengan track powerful lainnya tapi permainan gitar Andy yangeksploratif patut disimak.

"Movin' On" menawarkan suasana yang santai dan damai dengan perpaduanstrumming akustik gitar, fill-fill gitar elektrik ringan, dan vokalMikael yang mengalir bak sungai tenang. Komposisi lagu yang relatifsimpel dengan keindahan yang mampu membuat Anda terkesima. Seperti"The One", lagu ini juga sangat mudah untuk dinikmati oleh kupingnon-rock.

Sayang "Going Home" tidak bisa menjadi klimaks album perdana LAD inidengan pemilihan nada yang kelam dan sedih seperti pada bagian awalalbum dan terdengar sangat mendayu-dayu. Vokal Mikael yang solidsekalipun masih tidak mampu mengangkat poin lagu yang menjadi salahsatu titik lemah album ini.

Secara keseluruhan, effort LAD untuk ikut meramaikan kancah melodicrock Eropa bisa dibilang berhasil. Mayoritas materi-materi lagu yangdisuguhkan punya kekuatan untuk menjadi hits walaupun hanya segelintiryang bisa dibilang outstanding. Sound production pun bolehdibanggakan. Album ini akan menjadi lebih sempurna kalau saja LAD bisamenciptakan lagu yang lebih catchy dari "High Up" dan menggeser urutantrack "Going Home" serta menjadikan "Movin' On" sebagai penutup album.LAD sangat layak untuk dicicipi apabila Anda penikmat EUROPE era AORsetelah John Norum cabut dan santapan melodic rock Jerman khas FAIRWARNING.

Rate : 8.5 / 10

Track Listing:1. Again And Again *2. Doin' Time3. Guardian Angel4. Break The Chains (Of Destiny) *5. Blink Of The Eye *6. Talk To Me7. The One *8. I Never Let You Go9. High Up10. Movin' On *11. Going Home

*) Best tracks

Leave a Reply